Peserta seleksi relawan demokrasi saat mengikuti ujian tulis yang digelar oleh KPU Tulungagung, Rabu (16/1)

Peserta seleksi relawan demokrasi saat mengikuti ujian tulis yang digelar oleh KPU Tulungagung, Rabu (16/1)

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id) – Sebanyak 132 peserta mengikuti ujian tulis seleksi relawan demokrasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung, Rabu (16/1/2019).  Dalam seleksi tersebut KPU Tulungagung hanya akan memilih 55 peserta yang lulus seleksi sebagai relawan demokrasi dalam Pemilu 2019.

Komisioner KPU Tulungagung, Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Mustofa SE., MM., menuturkan tujuan pembentukan relawan demokrasi, yaitu untuk membantu KPU Tulungagung  dalam menyosialisasikan Pemilu 2019 kepada seluruh masyarakat. Utamanya, di 11 basis masyarakat.

“Ada 11 basis yang menjadi sasaran sosialisasi Pemilu 2019. Dan itu nanti akan dilakukan oleh relawan demokrasi,” ujarnya.

Adapun 11 basis pemilih dalam Pemilu 2019 itu masing-masing adalah basis keluarga, pemula, muda, perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, komunitas demokrasi, dan warganet.

Mustofa selanjutnya menyatakan, 55 relawan yang lolos seleksi nantinya  akan pula diberi pembekalan. Materi pembekalan meliputi soal pentingnya demokrasi pemilu dan partisipasi, pelaksanaan pemilu dan bagaimana cara pencoblosan, pengenalan pasangan calon presiden dan wakil presiden serta partai politik maupun DPD. “Yang terpenting juga hal – hal lain yang dianggap sesuai dengan kebutuhan basis pemilih,”  tuturnya.

Menurut Mustofa, dalam menjalankan tugasnya, para relawan demokrasi ini bakal mendapatkan honor senilai Rp 750 ribu per bulan dengan masa kerja selama 3 bulan. “Sesuai rencana mereka akan ditempatkan di seluruh wilayah Tulungagung,” tandasnya.

Lebihlanjut pria berkacama ini, menuturkan rekrutmen relawan demokrasi yang dilakukan KPU Tulungagung sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan surat edaran yang diturunkan oleh KPU RI.

Sedang tujuannya, Mustofa membeberkan setidaknya ada empat hal yang ingin dicapai. Yakni, meningkatkan kualitas proses pemilu, meningkatkan partisipasi pemilih, meningkatkan kepercayaan publik terhadap demokrasi, dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan demokratisasi.

“Kedepan relawan demokrasi ini diharapkan juga mendorong secara optimal masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Ini melihat target partisipasi pemilih mencapai 77,5%  dalam Pemilu 2019,” pungkasnya.