Suasana kegiatan “ngopi bareng” antara penyelenggara pemilu, Forpimda, dan Tim Kampanye di Crown Victoria Hotel (4/6)

Suasana kegiatan “ngopi bareng” antara penyelenggara pemilu, Forpimda, dan Tim Kampanye di Crown Victoria Hotel (4/6)

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id) – Ada sesuatu hal yang menarik dalam kegiatan “Ngopi Bareng” antara penyelenggara pilkada, Forpimda, dan Tim Kampanye pada Senin (4/6/2018) malam di halaman Crown Victoria Hotel.
Salah satunya ketika moderator “bung” Faris Ramadan meminta masing-masing undangan yang hadir untuk memberikan closing statement terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018. Meski acara tersebut diikuti sekitar 80 peserta, ternyata mereka memiliki pendapat yang berbeda terkait pilkada 2018. Intinya semua mengharapkan pilkada sukses, aman, lancar, damai, dan semua kata-kata yang bermakna positif.
Lirikan mata sang moderator pun terus mencari siapa orang pertama yang didaulat untuk memberikan closing statement. Beberapa detik kemudian, microphone estafet pun jatuh ke tangan Pasi Intel Kodim 0807 Kapten Inf Siswanto.
Dengan lantang pria berpawakan “Jawa Tulen” tersebut mengatakan singkat, jelas, dan padat “Netralitas TNI harga mati, TNI siap sukseskan pilkada”.
Mendengar kalimat tersebut, sontak seisi ruangan bertepuk tangan riuh sambil mengacungkan dua jempol bagi TNI.
Selanjutnya, microphone bergeser ke Saiful Azis dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Tak mau kalah dengan kalimat sebelumnya, pria yang lebih mirip dengan artis Korea tersebut memilih menyerukan yel-yel sebagai penyemangat setiap mengawali kegiatan.
“Selamat pagi, luar biasa,” teriaknya yang dibalas tawa dan tepuk tangan riuh.
Giliran ketiga, yakni Komisioner KPU yang juga sebagai koordinator pendukung FC Barcelona Suyitno Arman. Sebagai penyelenggara pilkada tentunya closing statement nya sangat dinantikan oleh para undangan dan seluruh pendengar radio yang disiarkan secara live. Dengan suaranya yang khas, Suyitno Arman menghimbau agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas.
“Jadilah pemilih yang cerdas,” ucapnya dengan tenang, tegas, berisi dan konsisten.
Microphone pun terus bergeser dan kali ini menuju ke KPU I. Dengan latar belakang akademik sebagai tenaga pendidik, Suprihno mengucapkan kalimat yang menyejukkan dan bermakna dalam.
“Mari kita sambut pilkada dengan senang hati, gembira, dan suka cita,” tutur pria berkacamata dengan gaya khasnya.
Tak mau kalah dengan sebelum-sebelumnya, Kanit Pidkor Andik Prasetyo memberikan closing statement  “Tulungagung adalah milik bersama,”. Pernyataan yang cukup untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat Tulungagung.
Selanjutnya microphone jatuh ke tangan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung Dodi Wicaksono. Dalam kesempatan tersebut Pak Jaksa menghimbau agar warga Tulungagung memilih salah satu pasangan calon (paslon) baik pada pilbup maupun pilgub.
“Tolak money politik, tangkal hoax, dan jauhi sara,” tegasnya.
Gagang microphone pun terus bergeser, kali ini giliran orang no 1 di Panwaslu Tulungagung Endro Sunarko. Dalam kesempatan tersebut Endro berharap Tulungagung bisa menjadi parameter pilkada damai tak hanya skala regional tetapi juga nasional.
“Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” serunya.
Terakhir, komisioner KPU yang berpenampilan cool, calm dan confidence yakni Victor Febrihandoko dengan singkat memberikan closing statement “follow us on KPU Tulungagung,” ucapnya yang disambut tawa dan tepuk tangan para tamu undangan.