Suyitno Arman bersama para narasumber dalam kegiatan Simposium PWI Tulungagung (16/11)

Suyitno Arman bersama para narasumber dalam kegiatan Simposium PWI Tulungagung (16/11)

Reporter : Suyitno Arman
Editor : Suyitno Arman

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id.) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung, Rabu (16/11/2016) menggelar simposium dalam rangka peringatan hari jadi ke-811 Kabupaten Tulungagung. Simposium mengambil tema “Menggali Potensi Wisata Tulungagung untuk Meningkatkan Kunjungan Wisata dan PAD” itu digelar di Barata Hall Convention menghadirkan pembicara Bupati Syahri Mulyo, Rektor IAIN Tulungagung DR. Maftukhin R. Rasmani, dan Pejabat Dinas Pariwisata Provinsi Jatim Suwondo. Seluruh Komisioner KPU Kabupaten Tulungagung yang diundang dalam acara tersebut hadir. Termasuk koordinator Divisi SDM dan Parmas, Suyitno Arman, yang diminta menjadi moderator.

Ketua PWI Tulungagung Aminun Jabir dalam sambutannya menyatakan bahwa pers atau wartawan mempunyai kepedulian untuk pembangunan di Tulungagung. “Tulungagung selama ini dikenal sebagai tempat yang nyaman untuk transit, termasuk bagi pihak yang akan mengadakan kegiatan di luar Tulungagung sekalipun. Saya mendengar para pejabat, pebisnis, atau siapapun jika ada kegiatan di kabupaten tetangga, menginap dan kulinernya memilih di Tulungagung. Jadi kenapa ini tidak kita jadikan sebagai potensi meningkatkan pariwisata Tulungagung”, ujar Jabir.

Sementara itu Bupati Tulungagung Syahri Mulyo memaparkan komitmennya untuk membangun dunia wisata. Diakui memang banyak potensi wisata yang masih bisa digali dan dikembangkan di wilayah yang dikenal sebagai Kota Marmer itu. Namun berbagai tantangan dan hambatan juga tidak mudah dituntaskan. “Beberapa kendala misalnya daya tarik investor. Terus beberapa lokasi wisata sebagian merupakan area milik Perhutani. Sehingga jika kesepakatan atau MOU dengan Perhutani tidak segera dituntaskan atau clear, pasti juga akan menghambat program pengembangan wisata”, terang Syahri Mulyo.

Menutup acara, Suyitno Arman sebagai moderator diskusi memastikan bahwa hasil-hasil simposium harus dirumuskan sebagai masukan bagi pemerintah daerah. “Karena kegiatan ini adalah simpusium, pasti harus akan dirumuskan rekomendasi-rekomendasi. PWI yang nota bene sebagai organisasi profesi yang bergerak dalam bidang pers, pastilah punya cara-cara dan teknis yang tepat bagaimana agar rekomendasi tersebut bisa tersampaikan kepada pemerintah daerah”. (ARM)