Ketua KPU Propinsi Jatim Eko Sasmito, SH., MH. saat memberikan sambutan pada Bimtek Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih di Swiss Belin Hotel Kota Sidoarjo (12/1)

Ketua KPU Propinsi Jatim Eko Sasmito, SH., MH. saat memberikan sambutan pada Bimtek Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih di Swiss Belin Hotel Kota Sidoarjo (12/1)

SIDOARJO (kpu.tulungagungkab.go.id)Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung mengikuti bimbingan tekknis (bimtek) Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan wakil gubernur (Wagub) 2018 pada Jum’at-Sabtu (11-12/01/2018) di Swiss Belin Hotel Kota Sidoarjo.

Dalam Bimtek tersebut diikuti oleh seluruh anggota Divisi Perencanaan dan Data, Kasubbag Program dan Data, dan operator Sidalih KPU Kabupaten/Kota se Jawa Timur.

Adapun sebagai pemateri yakni anggota KPU Provinsi Jatim Choirul Anam yang juga sebagai koordinator Divisi Program. Operator KPU RI Anang, serta Gogot Cahyo Baskoro koordinator Divisi Hupmas dan Sosialsiasi KPU provinsi Jatim.

Eko Sasmito mengatakan, Bimtek tersebut untuk memantapkan pelaksanaan pemutakhiran data dan daftar pemilih. Menurutnya kegiatan tersebut diawali dengan gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) pada Sabtu (20/1/2018).

“Nanti seluruh KPU RI, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS dan PPDP akan bersama-sama,” katanya.

Eko melanjutkan, dalam coklit nanti diharapakan pada semua tingkatan bisa berjalan dengan baik. Setidaknya minimal coklit PPDP dalam sehari minimal 5 rumah.

“Jadi  pada satu hari nanti ada 1.000.000 penduduk yang tercoklit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Eko kembali mengingatkan, jika seluruh komisioner dan penyelengara pemilu untuk lebih berhati-hati. Karena dengan adanya pasangan calon (paslon) maka independensi dan integritas akan di uji. Memurutnya, jangan sampai ada keperpihakan pada salah satu calon.

“Kita harus memberikan keadilan dan pelayanan yang sama kepada masing-masing paslon, termasuk dalam hal bermedsos,” imbuhnya.

Eko menambahkan, hingga kini sudah ada beberapa pengaduan yang masuk ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) dari Jawa Timur terkait dengan profesioneisme penyelenggara pemilu. Pengaduan tersebut ada satu yang di beri peringatkan, dan ada yang direhabilitasi.

“Masih ada dua aduan yang belum di putus, semoga putusannya direhabilitasi,” pungkasnya