Ketua KPU Tulungagung Suprihno saat memberi sambutan dalam acara pembukaan debat publik paslon bupati dan wakil bupati tulungagung di Hall Istana Hotel (23/3)

Ketua KPU Tulungagung Suprihno saat memberi sambutan dalam acara pembukaan debat publik paslon bupati dan wakil bupati tulungagung di Hall Istana Hotel (23/3)

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id) – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Tulungagung, Jumat (23/03/2018) malam menggelar debat publik perdana pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung 2018. Debat public berlangsung di Hall Lantai 6 Hotel Istana, Jl KH Agus Salim Kota Tulungagung.

Hadir dalam debat publik yang disiarkan langsung sejumlah televisi dan radio lok,al tersebut di antaranya, selain kedua paslon Cabup dan Cawabup Tulungagung nomer urut 1 (satu) Margiono – Eko Prisdianto dan paslon Cabup dan Cawabup nomer urut 2 (dua) Syahri Mulyo, SE., M.Si. – Drs. Maryoto Birowo, MM., Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Eko Sasmito, SH., MH., Pjs Bupati Tulungagung, Dr. Jarianto, M.Si., dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung, serta tim kampanye dari kedua paslon.

Debat publik dibuka secara langsung oleh Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, M.Pd. Dalam sambutannya Suprihno mengatakan bahwa debat publik ini adalah bagian dari tahapan pilkada 2018 di masa kampanye.

“Debat publik ini adalah istikharah untuk mencari pemimpin Tulungagung. Ini adalah salah satu momentum yang ditunggu masyarakat untuk mendengarkan visi misi ide dan gagasan,” katanya.

Menurut dia, dalam forum debat publik tidak ada kalah dan menang, namun lebih menitikberatkan pada strategi para pasangan calon dalam memberikan solusi pada setiap persoalan, terutama pada bidang ekonomi. “Kami harap masyarakat dapat menyimak dengan baik visi dan misi yang disampaikan pasangan calon melalui 5 stasiun TV lokal. Ini juga bisa menjadi pegangan untuk menagih janji-janji para calon ketika sudah jadi nanti,” paparnya.

Suprihno menjelaskan, masa kampanye Pilkada Tulungagung 2018 telah dilaksanakan hampir satu bulan, yakni sejak 15 Februari lalu. Ia pun mengaku banyak mendapatkan pertanyaan dari masyarakat terkait sepinya kegiatan tersebut dari kedua pasangan calon yang bertarung.

“Jadi kita ingin pelaksanaan kampanye biasa saja, roda ekonomi terus berputar pembangunan berputar. Akan tetapi menghasilkan pemimpin yang luar biasa,” tandasnya.

Lebih lanjut, kata alumni Universitas Jember (Unej) ini, desain kampanye yang dilakukan KPU sengaja tidak untuk menghadirkan massa , tapi paslon mendatangi masyarakat untuk diskusi dan berdialog. Dari masuk keluar pasar, kampong dan sampai pelosok desa. Semuanya agar mendengar seluruh masukan masyarakat.

Sementara itu, Eko Sasmito saat menyampaikan sambutannya juga mengatakan dalam pelaksanaan debat publik ini merupakan tahapan yang krusial. Dimana debat publik ini ada hak – hak dari setiap paslon guna menyampaikan program kerja yang akan dijalankannya ketika paslon terpilih.

“Jadi pada debat publik ini, diharapkan setiap paslon dapat menyampaikan visi misi yang sekaligus membuka gambaran kedepan meliputi kesehatan, kesejahteraan serta pendidikan,” ungkapnya.

Selain itu juga dalam debat publik ini masyarakat akan memperoleh informasi program yang akan dibawa oleh masing – masing paslon. Yang mana, informasi tersebut bakal digunakan oleh masyarakat untuk menentukan pilihannya. “Disamping itu masyarakat juga wajib mengetahui track record dari masing – masing paslon sebelum menjatuhkan pilihannya nanti,” terang Eko Sasmito.

Ia menambahkan dalam pelaksanaan pilbup ini nantinya diharapkan tanpa ada kekerasan. Dan pihaknya berpesan agar jangan sekali-kali sampai menggunakan money politik, sebab jeratan pidana tidak hanya dikenakan kepada pemberi melainkan juga kepada penerima, maka dari itu hindari adanya money politik.

“Jika ada persoalan dalam pelaksanaan pilkada, saya harapkan persoalan bisa diselesaikan secara dialog dan damai,” pungkasnya.