KPU Tulungagung kembali gelar kegiatan Pendidikan Pemilih Pemula. (20/10/2020)

KPU Tulungagung kembali gelar kegiatan Pendidikan Pemilih Pemula. (20/10/2020)

Ketua KPU Tulungagung  H. Mustofa. SE., MM, saat membuka kegiatan pendidikan pemilih sosialiasi Goes To School . (20/10/2020)

Ketua KPU Tulungagung H. Mustofa. SE., MM, saat membuka kegiatan pendidikan pemilih sosialiasi Goes To School . (20/10/2020)

Kepala sekolah SMAN 1 Rejotangan Agung Ismiharto sampaikan arahan kepada siswa sebelum kegiatan dimulai.(20/10/2020)

Kepala sekolah SMAN 1 Rejotangan Agung Ismiharto sampaikan arahan kepada siswa sebelum kegiatan dimulai.(20/10/2020)

Serah terima cinderamata sebagai kenang-kenangan dari KPU Tulungagung dan SMA Negeri 1 Rejotangan. (20/10/2020)

Serah terima cinderamata sebagai kenang-kenangan dari KPU Tulungagung dan SMA Negeri 1 Rejotangan. (20/10/2020)

Ketua KPU Tulungagung  H. Mustofa. SE., MM, serahkan hadiah kepada peserta yang berhasil jawab pertanyaan. (20/10/2020)

Ketua KPU Tulungagung H. Mustofa. SE., MM, serahkan hadiah kepada peserta yang berhasil jawab pertanyaan. (20/10/2020)

Pemateri, Komisioner KPU Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Much. Amarodin. (20/10/2020)

Pemateri, Komisioner KPU Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Much. Amarodin. (20/10/2020)

Komisioner Divisi Data dan Perencanaan, Susanah, sampaikan bingkisan kesalah satu siswa yang berhasil menjawab quiz. (20/10/2020)

Komisioner Divisi Data dan Perencanaan, Susanah, sampaikan bingkisan kesalah satu siswa yang berhasil menjawab quiz. (20/10/2020)

Siswa-siswi SMA Negeri 1 Rejotangan sangat antusias mengikuti kegiatan. (20/10/2020)

Siswa-siswi SMA Negeri 1 Rejotangan antusias mengikuti kegiatan. (20/10/2020)

Acara diakhiri dengan foto bersama. (20/10/2020)

Acara diakhiri dengan foto bersama. (20/10/2020)

Tulungagung (kpu-tulungagungkab.go.id) Salah satu basis pemilih yang sangat perlu mendapatkan perhatian yang sangat besar adalah basis pemlih pemula dan pemilih muda yang dapat direpresentasikan dari partisipasi pelajar dan mahasiswa. Kehadiran mereka sebagai agent of change sangat diharapkan dalam memperbaiki proses demokrasi di Indonesia kedepan. Dimana saat  ini kecenderungan anak muda yang apatis dan anti pati terhadap proses pemilu dan pemilihan yang semakin meningkat. Untuk mengurangi hal tersebut maka perlu diadakan sosialisasi pendidikan pemilih KPU Goes To School.

Pada hari selasa (20/10/2020) bertempat area parkir SMA Negeri 1 Rejotangan, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tulungagung  kembali melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih sosialiasi Goes To School. Kegiatan ini dilaksanakan kembali setelah selama 6 bulan tertunda karena adanya bencana covid-19 di Kabupaten Tulungagung. Dalam masa new normal  (tatanan normal baru) kali ini pelaksanaan agak sedikit berbeda yaitu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, penataan meja dan kursi diberikan jarak serta disediakan alat pengukur suhu badan dan juga disediakan hand sanitazier. Dihadiri sebanyak 100 (seratus) siswa –siswi sekolah SMA Negeri 1 Rejotangan, dimulai pada pukul 09.30 wib sampai dengan pukul 12.00 wib.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPU Tulungagung H. Mustofa. SE., MM, dihadiri oleh pemateri Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Much. Amarodin, dan Divisi Data dan Perencanaan, Susanah, serta dihadiri kepala sekolah SMAN 1 Rejotangan Agung Ismiharto serta 100 siswa SMAN 1 Rejotangan sebagai peserta.

Pada saat pembukaan kegiatan sosialisasi Pendidikan Pemilih KPU Goes To School, Ketua KPU Tulungagung  H. Mustofa. SE., MM, menyampaikan peran penting pemilih pemula dalam pemilu dan pemilihan di masa yang akan datang. “Pemilih pemula di Indonesia memiliki kontribusi besar bagi stabilitas politik, tepatnya dalam pemilu. Dibutuhkan peran dari semua pihak untuk membangun kerjasama termasuk pemilih pemula dalam menyukseskan pemilu dan pemilihan, pemilih pemula kerap menjadi target dari peserta pemilu dan juga partai politik. ” ungkap Mustofa.

Muchamat Amarodin  Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, pada saat penyampaian materi mengatakan, keterlibatan pemilih pemula dalam pemilu sangatlah penting, mengingat  jumlah pemilih pemula dari data yang ada di setiap gelaran pemilu mencapai angka 30%. Angka tersebut sangat besar. “Penting pemberian edukasi politik kepada pemilih pemula, karena pemilih pemula paling riskan terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari luar, sehingga mengakibatkan pemilih pemula menjadi apatis dan pragmatis terhadap pemilu, pembelajaran politik yang baik agar mampu memaknai proses demokrasi di negeri ini,” ucap Amarodin. (amr)