Suprihno ketika mempimpin apel pagi KPU Tulungagung (12/6)
Suprihno ketika mempimpin apel pagi KPU Tulungagung (12/6)

Suprihno ketika mempimpin apel pagi KPU Tulungagung (12/6)

Reporter : Suprihno
Editor : Suyitno Arman

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id.) – Ketua KPU Tulungagung Suprihno mengingatkan kepada seluruh komisioner maupun pegawai sekretariat KPU untuk berperilaku baik dan berakhlak mulia, baik dalam kehidupan nyata maupun dunia maya. Penegasan itu disampaikan saat memimpin apel pagi Senin (12/6/2017) di halaman kantor KPU Tulungagung. Apel diikuti seluruh pejabat/pimpinan dan karyawan di lingkup sekretariat KPU.

“Kita sebagai penyelengara pemilu dan pelayan publik harus berperilaku baik, berakhlak mulia, karena perilaku kita merupakan cerminan dari lembaga. Oleh karena itu saya mengharap seluruh kayawan KPU Tulungagung untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, terutama saat kita melaksanakan tahapan pilkada 2018 nanti”.

Menurut Suprihno, perilaku yang dimaksud adalah segala bentuk perbuatan, perkataan, dan tindakan. Sebagai seorang muslim ada contoh yang dapat dijadikan panutan dalam melayani masyarakat, yaitu perilaku Nabi Muhammad SAW. Muhammad adalah seorang pemimpin agama juga pemimpin pemerintahan. Melayai semua masyarakat Madinah saat itu, bukan hanya umat Islam tetapi juga kaum Yahudi dan Majuzi.

“Bagimana akhlak beliau? Perkataanya selalu menyenangkan orang, selalu tersenyum, jika Beliau dihina tidak membalas hinaan, justru hanya tersenyum  dan mendoakan orang yang menghina agar mendapat petunjuk. Perilaku Beliau selalu disiplin, menepati janji. Pergaulan beliau dihisasi dengan kasih sayang dan persaudaraan, baik terhadap keluarga, anak-anak, orang tua, menghormati terhadap orang yang lebih tua. Memberikan perlindungan dan keadalian kepada kafir dzimi atau orang-orang non muslim yang tidak memerangi islam”, ujarnya.

Tambah Suprihno, selain perkataan yang harus kita jaga adalah perilaku kita di dunia maya atau yang lebih akrab sebagai media sosial seperti facebook, twitter, instagram dan sejenisnya. “Banyak orang ditahan dan dipenjara karena tulisannya di media sosial. Karena itu jadilah pengguna media sosial yang baik dan cerdas. Jangan sampai kita bermasalah dikemudian hari hanya gara-gara media sosial”, ucap Suprihno mengakhiri sambutanya. (yes/arm)