Susasana Sosialisasi Pemilu 2019 oleh Relasi Basis Keagamaan di Jama’ah Yasin Tahlil (12/3)

Susasana Sosialisasi Pemilu 2019 oleh Relasi Basis Keagamaan di Jama’ah Yasin Tahlil (12/3)

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id) – Selasa, 12 Maret bertempat di kediaman Ismini, relawan demokrasi basis  keagamaan yang beranggotakan 5 orang sosialisasi kepada jamaah tahlil dan yasin putri Al Muttaqin RW 1 Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.  Sosialisasi tersebut juga dihadiri lima anggota relawan demokrasi yakni, Arie Sulistyawan, Muhammad Hanip, Nur Yasin, Nurudin. Kegiatan tersebut berlangsung ba’da maghrib dari pukul 18.50 sampai 19.55 WIB.

Kegiatan itu dibuka  dan dipandu moderator relawan Nurudin. Lalu dilanjutkan materi sosialisasi oleh masing-masing anggota relawan demokrasi basis keagamaan. Kemudian  pemaparan materi tentang PEMILU.

Dalam sosialisasi kali ini tim relawan menyampaikan materi tentang pentingnya pemilu, waktu pelaksanaan pemilu, tata cara mencoblos, macam-macam jenis surat suara, pengenalan parpol, pengenalan nama calon DPD, aturan sah dan tidaknya cara mencoblos. Selain itu juga menyampaikan syarat memilih dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pemilu tahun 2019.

Usai tim relawan menyampaikan materi muncul pertanyaan dari peserta yang bernama Ibu Surmi. Dia menyampaikan pertanyaan, “Mengke nyoblose nopo disangoni? (  Apakah nanti ketika nyoblos dikasih uang?”, tanya Ibu Surmi.

Mendapat pertanyaan tersebut, tim relawan demokrasi menyampaikan,  “Mboten alais tidak, jadi saat nyoblos tidak dikasih uang (no money politic),” kata seorang tim relawan. Jangan memaksa caleg memberikan uang dan jangan mau menuruti caleg tertentu untuk mencoblosnya meskipun dia memberikan uang. Jika suara kita dibeli 50.000 kemudian setelah mereka menjadi legislatif tidak bekerja apa-apa. “Maka kita rugi besar, sama halnya harga diri kita cuma dihargai Rp138,- per-hari, Bu, ” katanya.

Materi pemilu dari tim relawan demokrasi sudah tersampaikan semua dan peserta telah mengerti tentang teknis tentang menggunakan hak pilih. Sebelum menutup acara tim relawan demokrasi memberi pemahaman tentang betapa pentingnya menggunakan hak pilih. Hasil dari PEMILU juga menentukan nasib bangsa. Dari situ tim relawan demokrasi mengimbau jangan sampai Golput.

Adanya sosialisasi dari basis keagamaan ini diharapkan dapat menggerakkan masyarakat kususnya seluruh jamaah tahlil putri dusun Gunung Gethuk menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana serta penuh tanggung jawab. Selain itu  mau mensosialisasikan kepada teman, tetangga, kerabat, juga keluarganya sehingga partisipasi pemilih dan kualitas pemilu 2019 dapat lebih baik dan meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya.